Logo ESA PIPA
Hubungi ESA PIPA

Lengkapi form singkat ini, dan kami bantu solusi perpipaan yang tepat untuk detail kebutuhan Anda.

Pendampingan Penurunan NRW PDAM Kota Sukabumi

Program Kemitraan Solidaritas PERPAMSI 2023

Proyek ini merupakan kegiatan monitoring dan pendampingan teknis penurunan NRW (Non-Revenue Water) yang dilaksanakan melalui skema Kemitraan Solidaritas PERPAMSI, dengan PDAM Kota Malang dan PDAM Kota Sukabumi. Dengan fokus pada identifikasi kebocoran fisik, pengendalian tekanan jaringan, serta peningkatan efektivitas pengelolaan distribusi air minum.

/
/
Pendampingan Penurunan NRW PDAM Kota Sukabumi

Pendampingan & Penurunan NRW PDAM Kota Sukabumi

Informasi Proyek

  • Program : Kemitraan Solidaritas PERPAMSI
  • Periode Pelaksanaan : 17–19 Januari 2023
  • Fokus Program : Penurunan kehilangan air (NRW/ATR)
  • Lokasi : Kota Sukabumi, Jawa Barat

Ringkasan Proyek

Proyek Monitoring dan Pendampingan Penurunan NRW (Non-Revenue Water) ini merupakan upaya strategis untuk membantu Perumda Air Minum Tirta Bumi Wibawa Kota Sukabumi dalam mengendalikan kehilangan air melalui pendekatan teknis yang terukur, sistematis, dan berbasis data lapangan. Kegiatan dilaksanakan melalui skema Kemitraan Solidaritas PERPAMSI dengan melibatkan kolaborasi antar Perumda Air Minum Tugu Tirta Kota Malang, guna mentransfer praktik terbaik (best practice) dalam pengelolaan jaringan distribusi air minum. Fokus utama proyek diarahkan pada evaluasi kondisi jaringan eksisting, identifikasi kebocoran fisik, pengendalian tekanan jaringan, serta peningkatan efektivitas pengelolaan NRW.

Hasil kegiatan menunjukkan adanya indikasi kebocoran pada beberapa ruas pipa utama dan pipa distribusi, serta potensi perbaikan signifikan melalui pengendalian tekanan yang lebih stabil. Proyek ini tidak hanya menghasilkan temuan teknis, tetapi juga memberikan rekomendasi tindak lanjut yang aplikatif, mencakup perbaikan kebocoran, penataan ulang PRV, serta strategi lanjutan untuk pemantauan kebocoran di wilayah berisiko tinggi.

Secara keseluruhan, proyek ini memberikan fondasi teknis yang kuat bagi Perumda Air Minum dalam upaya penurunan NRW secara berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kapasitas internal dalam pengelolaan jaringan distribusi berbasis data dan praktik lapangan yang teruji.

Diagnostik Awal Lokasi Proyek

Sebelum pelaksanaan tindakan teknis penurunan NRW, dilakukan diagnostik awal untuk memahami kondisi eksisting sistem distribusi air minum di wilayah pelayanan Perumda Air Minum Tirta Bumi Wibawa Kota Sukabumi. Tahap ini bertujuan untuk memperoleh gambaran nyata mengenai karakteristik jaringan, pola aliran, tekanan, serta potensi kehilangan air yang terjadi di lapangan. Diagnostik awal menjadi fondasi utama dalam penentuan strategi teknis, sehingga setiap tindakan yang dilakukan bersifat tepat sasaran, terukur, dan berbasis data lapangan.

1.

Kondisi Jaringan Distribusi Eksisting
Evaluasi awal terhadap struktur jaringan distribusi, mencakup luas wilayah pelayanan, konfigurasi pipa, variasi tekanan, serta keterbatasan pemantauan zonasi yang memengaruhi efektivitas pengendalian kehilangan air.
2.
Pola Tekanan dan Aliran Air
Identifikasi fluktuasi tekanan dan pola aliran pada jaringan distribusi, termasuk titik-titik kontrol (CP) dan ruas bertekanan tinggi yang berpotensi mempercepat terjadinya kebocoran.

3.

Indikasi Awal Kehilangan Air (NRW)
Analisis indikasi kebocoran fisik berdasarkan selisih debit, tekanan jaringan, serta temuan lapangan, sebagai dasar penentuan area prioritas penanganan.

4. 

Kesiapan Sistem Monitoring dan Operasional
Penilaian terhadap ketersediaan titik ukur, status valve, serta kesiapan tim internal NRW dalam mendukung implementasi pembentukan DMA, Active Leakage Control, dan pengelolaan tekanan jaringan.

Tahap diagnostik ini memastikan bahwa seluruh langkah teknis selanjutnya dilakukan berdasarkan kondisi riil jaringan, bukan asumsi perencanaan.

Monitoring & Identifikasi Lapangan

Tahap Monitoring & Identifikasi Lapangan merupakan inti dari pelaksanaan proyek penurunan NRW, di mana seluruh analisis dan tindakan teknis dilakukan berdasarkan data aktual hasil pengukuran langsung di jaringan distribusi. Pada tahap ini, kegiatan difokuskan pada pemantauan debit dan tekanan, identifikasi kebocoran, serta evaluasi kinerja jaringan pada kondisi operasional nyata.

1.

Monitoring Debit dan Tekanan Jaringan
Pengukuran debit aliran dan tekanan air pada titik-titik strategis jaringan, termasuk inlet DMA dan titik kontrol tekanan (CP), untuk memetakan pola aliran serta mengidentifikasi potensi tekanan berlebih.

2.

Pemetaan Tekanan dan Area Rawan Kebocoran
Mapping tekanan jaringan untuk menentukan area berisiko tinggi, khususnya pada ruas pipa dengan tekanan tinggi dan fluktuatif yang berpotensi menyebabkan kebocoran fisik.

3.

Identifikasi Kebocoran Fisik di Lapangan
Deteksi kebocoran melalui observasi visual, analisis data debit–tekanan, serta penelusuran ruas jaringan yang terindikasi kehilangan air secara signifikan.

4. 

Pelaksanaan Step Test untuk Penentuan Lokasi Bocor
Pengujian aliran dengan metode step test melalui penutupan dan pembukaan valve bertahap guna mempersempit area kebocoran dan menentukan ruas pipa prioritas penanganan.

Monitoring dilakukan secara terstruktur melalui koordinasi antara tim pendamping dan tim internal NRW, sehingga setiap temuan lapangan dapat langsung dianalisis dan ditindaklanjuti.

Kegiatan Mitigasi & Implementasi Teknis

Setelah proses diagnostik awal serta monitoring dan identifikasi lapangan dilakukan, tahap selanjutnya dalam proyek ini adalah kegiatan mitigasi dan implementasi teknis. Tahap ini berfokus pada penerapan solusi nyata di lapangan untuk menekan kehilangan air, meningkatkan kendali operasional, serta menjaga stabilitas sistem distribusi air minum. Pelaksanaan mitigasi teknis dilakukan melalui langkah-langkah berikut:

01

Pembentukan District Meter Area (DMA)

Tujuan
Membagi jaringan distribusi ke dalam zona terukur untuk memudahkan pemantauan debit, tekanan, serta identifikasi kehilangan air secara lebih presisi.

Ruang Lingkup Kegiatan
Pembentukan DMA dilakukan dengan mengisolasi sub-zona pelayanan melalui pengaturan valve dan pemutusan jalur pipa tertentu, serta pemasangan meter distrik dan alat ukur tekanan pada titik strategis. Proses ini didasarkan pada analisis hidrolis jaringan distribusi dan kondisi lapangan eksisting.

Dampak Teknis

  • Pemantauan kehilangan air berbasis zonasi

  • Mempercepat identifikasi area kebocoran

  • Meningkatkan akurasi pengendalian NRW

02

Pelaksanaan Active Leakage Control (ALC)

Tujuan
Mengendalikan kebocoran fisik secara aktif dan sistematis dengan biaya yang efektif dan pendekatan berbasis data lapangan.

Ruang Lingkup Kegiatan
ALC dilakukan melalui perencanaan terintegrasi yang melibatkan tim internal NRW, dengan fokus pada identifikasi kebocoran menggunakan data debit dan tekanan serta verifikasi langsung di lapangan.

Dampak Teknis

  • Deteksi kebocoran lebih cepat dan terarah

  • Pengurangan kebocoran tanpa menunggu kerusakan besar

  • Efisiensi penggunaan sumber daya operasional

03

Pelaksanaan Step Test

Tujuan
Mempersempit area pencarian kebocoran dan menentukan ruas pipa dengan kehilangan air tertinggi.

Ruang Lingkup Kegiatan
Step test dilakukan pada area DMA terpilih dengan metode penutupan dan pembukaan valve secara bertahap pada waktu pemakaian minimum. Setiap perubahan debit dan tekanan dicatat untuk dianalisis sebagai indikasi kebocoran.

Dampak Teknis

  • Penentuan lokasi bocor lebih presisi

  • Pengurangan area investigasi kebocoran

  • Dasar kuat untuk tindakan perbaikan pipa

04

Pengelolaan Manajemen Tekanan Jaringan (PRV)

Tujuan
Mengendalikan tekanan jaringan agar tetap berada dalam rentang aman dan sesuai standar pelayanan, sekaligus menurunkan potensi kebocoran.

Ruang Lingkup Kegiatan
Dilakukan pengaturan ulang (resetting) Pressure Reducing Valve (PRV) diameter 4” dari tekanan outlet 1 bar menjadi 0,5 bar, serta evaluasi distribusi tekanan pada titik kontrol untuk mencegah overpressure.

Dampak Teknis

  • Penurunan risiko kebocoran akibat tekanan berlebih

  • Stabilitas tekanan jaringan meningkat

  • Perlindungan jangka panjang terhadap infrastruktur pipa

05

Pencarian Kebocoran di Ruas Tekanan Tinggi

Tujuan
Menemukan kebocoran fisik pada area jaringan dengan tekanan tinggi yang berisiko mengalami kehilangan air signifikan.

Ruang Lingkup Kegiatan
Pencarian kebocoran dilakukan melalui inspeksi visual, pelaporan cepat dari lapangan, serta penelusuran jaringan pada ruas-ruas dengan tekanan tinggi yang terindikasi bermasalah berdasarkan hasil monitoring.

Dampak Teknis

  • Deteksi dini kebocoran kritis

  • Pengurangan potensi kerusakan jaringan lanjutan

  • Peningkatan keandalan distribusi air

Implementasi Program Kemitraan

Implementasi Program Kemitraan dilaksanakan dalam kerangka Kemitraan Solidaritas PERPAMSI, yang menekankan kolaborasi antar Perumda Air Minum melalui pendampingan teknis langsung, berbagi pengalaman lapangan, serta penerapan praktik terbaik (best practice) dalam pengelolaan NRW.

Pendampingan Teknis Langsung di Lapangan

Kolaborasi on-site antara tim pendamping dan tim internal NRW dalam pelaksanaan monitoring, pengukuran debit–tekanan, serta identifikasi kebocoran secara langsung di jaringan distribusi.

Kolaborasi Antar Perumda Air Minum

Sinergi antara Perumda Air Minum Tugu Tirta Kota Malang dan Perumda Air Minum Tirta Bumi Wibawa Kota Sukabumi dalam penerapan strategi penurunan NRW berbasis praktik terbaik.

Penerapan Metode Teknis Bersama

Implementasi pembentukan DMA, Active Leakage Control, dan step test dilakukan secara kolaboratif untuk memastikan pemahaman teknis yang menyeluruh dan aplikatif.

Transfer Pengetahuan Berbasis Studi Kasus Nyata

Pembelajaran teknis dilakukan melalui kasus lapangan aktual, sehingga metode yang diterapkan mudah direplikasi dan disesuaikan dengan kondisi jaringan setempat.

Evaluasi Bersama dan Penyelarasan Strategi

Diskusi dan evaluasi hasil monitoring dilakukan secara bersama untuk menyelaraskan analisis teknis dan pengambilan keputusan tindak lanjut.

Penguatan Kapasitas Tim Internal NRW

Peningkatan kemampuan teknis dan operasional tim internal dalam pengelolaan NRW secara mandiri dan berkelanjutan setelah program kemitraan selesai.

Hasil Project

Pelaksanaan kegiatan monitoring, mitigasi, dan implementasi teknis dalam proyek ini menghasilkan temuan lapangan yang terukur serta memberikan dasar kuat bagi pengendalian kehilangan air (NRW) secara berkelanjutan. Seluruh hasil diperoleh dari pengukuran debit dan tekanan, pelaksanaan step test, serta evaluasi kondisi jaringan distribusi di area proyek.

Sebelum Program Pendampingan

Sebelum pelaksanaan program pendampingan, kondisi jaringan distribusi dan pengelolaan NRW menunjukkan beberapa keterbatasan, antara lain:

  • Pemantauan debit dan tekanan belum berbasis zonasi yang terukur
  • Area kehilangan air sulit diidentifikasi secara spesifik
  • Deteksi kebocoran masih bersifat reaktif dan visual
  • Tekanan jaringan cenderung fluktuatif dan berpotensi overpressure
  • Data lapangan belum terintegrasi sebagai dasar pengambilan keputusan
  • Tindakan perbaikan belum terfokus pada area prioritas

Sesudah Program Pendampingan

Setelah implementasi program pendampingan, terjadi peningkatan signifikan dalam pengelolaan jaringan distribusi, antara lain:

  • Jaringan mulai terpetakan dalam zona terukur melalui pembentukan DMA
  • Lokasi indikasi kebocoran teridentifikasi secara spesifik dan berbasis data
  • Penerapan Active Leakage Control dan step test sebagai metode standar
  • Tekanan jaringan lebih terkendali melalui pengaturan ulang PRV
  • Pengambilan keputusan teknis berbasis hasil monitoring lapangan
  • Area prioritas perbaikan jaringan dapat ditentukan secara jelas

Hasil project tidak hanya berupa identifikasi permasalahan, tetapi juga konfirmasi efektivitas pendekatan teknis yang diterapkan melalui pembentukan DMA, Active Leakage Control, dan pengelolaan tekanan jaringan.

Dampak Program

Program pendampingan penurunan NRW ini memberikan dampak nyata tidak hanya pada aspek teknis, tetapi juga pada peningkatan kualitas pengelolaan jaringan distribusi air minum secara keseluruhan. Dampak program terlihat dari perubahan pendekatan operasional, peningkatan akurasi pengambilan keputusan, serta kesiapan sistem untuk pengelolaan NRW yang berkelanjutan. Dampak utama yang dihasilkan dari program ini meliputi:

1.

Peningkatan Akurasi Pengendalian NRW
Pengelolaan kehilangan air menjadi lebih terukur melalui identifikasi kebocoran berbasis data debit dan tekanan, sehingga penanganan difokuskan pada area prioritas.

2.

Stabilitas Tekanan dan Keandalan Jaringan
Tekanan jaringan lebih terkendali melalui pengaturan PRV, menurunkan risiko kebocoran lanjutan dan meningkatkan keandalan sistem distribusi.

3.

Efisiensi Operasional dan Pengambilan Keputusan
Proses monitoring dan evaluasi jaringan menjadi lebih sistematis, mendukung pengambilan keputusan teknis yang cepat, tepat, dan berbasis kondisi lapangan.

4. 

Penguatan Kapasitas dan Keberlanjutan Pengelolaan
Peningkatan kompetensi tim internal NRW serta tersedianya dasar teknis yang kuat untuk pengelolaan dan penurunan NRW secara berkelanjutan.

Pendekatan berbasis data lapangan yang diterapkan dalam program ini memungkinkan Perumda Air Minum untuk beralih dari pola penanganan reaktif menjadi pengelolaan jaringan yang lebih preventif dan terukur.

Faktor Keberhasilan

Keberhasilan program pendampingan penurunan NRW ini tidak terlepas dari kombinasi strategi teknis yang tepat, kolaborasi yang efektif, serta pendekatan berbasis data lapangan. Seluruh kegiatan dirancang dan dilaksanakan secara terstruktur sehingga setiap tahapan saling mendukung dan menghasilkan output yang terukur. Berikut adalah faktor-faktor utama yang berperan dalam keberhasilan pelaksanaan program:

01

Pendekatan Berbasis Data Lapangan

Seluruh tindakan teknis didasarkan pada hasil pengukuran debit, tekanan, serta temuan lapangan, sehingga solusi yang diterapkan bersifat tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan secara teknis.

02

Pembentukan DMA sebagai Fondasi Pengendalian

Penerapan District Meter Area (DMA) memungkinkan pemantauan kehilangan air berbasis zonasi, mempercepat identifikasi area bermasalah, dan meningkatkan efektivitas pengendalian NRW.

03

Kolaborasi Aktif Tim Pendamping dan Tim Internal

Keterlibatan langsung tim pendamping bersama tim internal NRW dalam seluruh tahapan kegiatan memastikan transfer pengetahuan berjalan optimal dan implementasi metode teknis dapat diterapkan secara berkelanjutan.

04

Integrasi Analisis dan Implementasi Teknis

Penggabungan analisis hidrolis, monitoring lapangan, dan tindakan teknis (ALC, step test, manajemen tekanan) menghasilkan pendekatan yang komprehensif dan minim trial & error.

05

Evaluasi dan Rekomendasi Tindak Lanjut

Adanya proses evaluasi hasil dan penyusunan rekomendasi teknis yang jelas memastikan bahwa program tidak berhenti pada temuan, tetapi berlanjut pada perbaikan berkelanjutan.

Detail & Rincian Project

01

Permasalahan Klien/Project

Sebelum pelaksanaan program pendampingan, pengelolaan jaringan distribusi air minum menghadapi sejumlah tantangan utama, antara lain:

  • Tingginya potensi kehilangan air (NRW) pada jaringan distribusi

  • Sulitnya mengidentifikasi lokasi kebocoran secara spesifik

  • Pemantauan debit dan tekanan belum berbasis zonasi terukur

  • Fluktuasi tekanan jaringan yang berpotensi menyebabkan kebocoran lanjutan

  • Pendekatan penanganan kebocoran masih bersifat reaktif

  • Keterbatasan data lapangan sebagai dasar pengambilan keputusan teknis

Permasalahan tersebut berdampak langsung pada efisiensi operasional, keandalan jaringan, serta keberlanjutan pelayanan air minum.

02

Solusi Yang Kami Tawarkan

Untuk menjawab permasalahan tersebut, diterapkan rangkaian solusi teknis yang terintegrasi dan berbasis data lapangan, meliputi:

  • Pembentukan District Meter Area (DMA) sebagai dasar pengendalian kehilangan air berbasis zonasi

  • Penerapan Active Leakage Control (ALC) melalui monitoring debit dan tekanan

  • Pelaksanaan step test untuk mempersempit dan memastikan lokasi kebocoran

  • Pengelolaan dan pengaturan ulang tekanan jaringan melalui PRV

  • Pendampingan teknis dan monitoring lapangan secara langsung

  • Penyusunan rekomendasi tindak lanjut yang aplikatif dan berkelanjutan

Solusi yang ditawarkan tidak hanya menyelesaikan permasalahan jangka pendek, tetapi juga membangun fondasi teknis yang kuat untuk pengelolaan NRW secara berkelanjutan.

Siap Membangun
Proyek Lebih Efisien
dan Andal?

Setiap proyek butuh fondasi kuat—termasuk dalam distribusi pipa. Kami memahami pentingnya ketepatan waktu, kualitas material, dan mitra yang bisa diandalkan. Dari proyek sederhana hingga proyek konstruksi berskala besar, kami hadir sebagai solusi logistik yang menyatu dengan kebutuhan teknis Anda.